Inovasi Keren di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum.. Gimana puasa kalian di tahun ini? Enggak kerasa ya, tiba-tiba udah ada di pertengahan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Enggak kerasa juga udah mau lebaran. Enggak sabar pengen cepet-cepet ngerasain gimana bau baju baru, ngerasain bau opor ayam buatan Ibuk, dan bisa salaman sama cewek cantik anaknya tetangga.

Bulan Ramadhan kali ini rasanya agak aneh, enggak kayak biasanya dulu. Kalo dulu, gue masih bisa nyuri-nyuri start buat buka di jam 09:00 pagi. Atau enggak, gue bisa makan buah jambu langsung di atas pohon. Sekarang kalo mau ngelakuin itu, jadi inget dosa-dosa yang menumpuk. Astaghfirulloh...

Sebisa mungkin gue ngejalani setiap ibadah di bulan Ramadhan kali ini dengan penuh rasa ikhlas dalam hati. Tapi... gimana sih rasanya, kalo tiba-tiba ada gangguan ketika kalian ibadah? Rasanya pasti bikin kesel, tiba-tiba males mau ngejalanin. Duh, kok kayak enggak ikhlas gini? HAHAHA~

Gangguan yang gue maksud ini semacam hal-hal kecil yang bikin hati berasa risih. Mau tahu apa aja? Simak yuk!


1. Paduan Suara Adzan

membuat ramadhan keren


Minggu kemarin gue mendapati seorang muadzin –tukang adzan- di masjid mengalami kegagalan adzan di waktu mengerjakan tugasnya. Suaranya tiba-tiba fals di tengah adzan yang sedang ia kumandangkan. Gue pikir ia salah ambil nada, atau kurang latihan aja.

Untuk itulah gue punya ide untuk melatih para muadzin agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari. Gue kumpulin beberapa muadzin yang pernah adzan di masjid, dan gue tawarin untuk latihan setiap pagi menjelang fajar. Dengan latihan pernapasan atau latihan berteriak di dalam kolam ikan.

Gue sendiri enggak punya pengetahuan yang hebat tentang dunia olah vocal. Tapi gue yakin, dengan predikat juara nyanyi di SMA dan ditambah dengan sedikit materi dari internet, para muadzin pasti bisa gue latih dengan maksimal.

2. Kelompok Gugah Sahur
Dua minggu ini gue mengalami beberapa kesialan yang berujung kelaparan hebat di siang hari. Tiga kali sudah gue enggak bangun secara cepat dan tepat. Tiga kali gue bangun tepat saat imsak berkumandang dengan indahnya. Dan sahur pun dengan seadanya. #MelasBanget

Untuk mengatasi permasalah tersebut, gue membentuk kelompok gugah sahur. Atau sering disebut “musik patrol” di beberapa daerah lain. Gue beri sedikit inovasi, dengan alat dan genre musik yang berbeda. Terdapat shift jaga yang berbeda di tiap malamnya, gue membentuk dua kelompok dengan jumlah yang bervariasi.

Kelompok pertama mengusung genre MUNAFIK -musik penakluk fikiran- dan digawangi oleh lima orang gendut memakai kostum badut. Alat musik yang mereka pakai terdiri dari; gitar akustik, gitar bass, galon air mineral kosong, kolintang dan sedikit botol berisi pasir pantai Kuta. Membawakan lagu dari Avenged Sevenfold satu album, satu album terbaru dari NOAH, satu album terbaru mas Didi Kempot dan ditutup dengan lagu berjudul “Lingsir Wengi”. Gue jamin mereka mampu membangunkan seluruh warga untuk segera makan sahur.

Kelompok Kedua mengusung genre MUBALIGH -musik bagi lingkaran ghaib- hanya digawangi oleh empat orang saja. Dengan mengenakan pakaian ala ustadz di tipi nasional, diharapkan para makhluk ghaib yang sedang membelenggu kuping masyarakat takut, dan segera meninggalkan duni yang fana ini. Alat musik yang digunakan sebatas angklung, sasando, suling bambu dan mp3 player untuk memutar dzikir ustadz kondang. Gue jamin, tanpa harus mengenakan kekerasan pada perasaan, bangunlah masyarakat untuk makan sahur.

3. Kartu Takjil

Contoh Takjil~

Selama Ramadhan ini, setiap sore di serambi masjid terdapat acara pengajian yang dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama. Ada banyak peserta pengajian yang dateng, mulai dari bapak-bapak, ibuk-ibuk, anak-anak bahkan cewek cantik pun ada! Heuheuheu~

Makanan untuk berbuka telah dijatah dan dikumpulkan di depan masjid. Sebagai petugas penata makanan, gue dan beberapa teman yang sedang bertugas pun menata dan membagikan kepada seluruh peserta pengajian yang datang. Gue mencoba untuk berlaku adil dalam pembagian makanan, termasuk kepada para orangtua -bapak dan ibu-.

Selama ini, pembagian yang gue lakukan ternyata tidaklah seadil yang gue bayangin. Masih ada aja beberapa oknum peserta pengajian menerima makanan dengan jumlah yang double. Oknum tersebut mayoritas para ibu-ibu yang mengalami kemalasan untuk memasak di rumah. Makanya, sebagian besar dari mereka akan membawa pulang makanan untuk oleh-oleh orang di rumah. Hal ini bisa saja menjadi masalah apabila makanan yang ada ternyata masih belum merata buat para peserta pengajian.

Untuk mengatasi itu, gue membuat kartu takjil. Dimana kartu tersebut dapat menyimpan data diri para peserta pengajian. Seperti; nama lengkap, alamat lengkap dan sudah berapa kali mendapat jatah makanan selama takjil berlangsung. Peserta pengajian yang membawa kartu akan menjadi prioritas untuk menerima makanan dari petugas jaga takjil. Bagi yang tidak membawa kartu, harus menunggu peserta pembawa kartu mendapatkan jatah makanannya.

Gue yakin, kecurangan-kecurangan yang selama ini terjadi akan musnah ditelan bumi. Hehehe~

4. Menjebak Anak Nakal
Setiap gue ngejalani ibadah sholat isya’, selalu aja ada anak-anak yang bikin gaduh. Gue yakin, kegaduhan yang mereka buat, bersumber dari tungkak biadab mereka. Dengan berlari kesana kemari di dalam masjid. Tiba-tiba mereka akan berposisi duduk atakhiyat akhir, dan mengangkat kedua tangan  seolah-olah berdoa setelah selesai ikutan sholat.

Menjelang sholat tarawih dimulai, gue memasang sedikit jebakan buat anak-anak kecil yang tadi mengganggu, dengan meluntung karpet biar membentuk seperti balok kayu. Tujuannya biar bisa menjegal langkah anak nakal tadi.

Saat rakaat sholat tarawih pertama hampir selesai, gue mendengar langkah yang lumayan keras dan agak terburu-buru. Gue yakin jebakan tadi bakal berhasil mengenai salah satu anak yang berlarian. Ketika imam memimpin untuk rukuk pertama, tiba-tiba terdengar suara “GUBRAAKK!!” dengan kerasnya. Di dalam hati, gue pun tersenyum puas.

Di dalam rukuk, gue coba buat curi pandangan kebelakang. Dalam hati gue kaget, “Innalillah... ternyata Pak Dhe gue yang jatuh!”. Nyesel deh...

5. Pukul Bedhug

Bedugnya baru, lho...

Di masjid desa gue terdapat tradisi memukul bedhug setelah sholat tarawih berhasil dilaksanakan. Lagi-lagi, anak-anak nakal tadi menjadi pemukul bedhug. Pukulan mereka enggak fals kok, bahkan sangat merdu. Hanya saja, di antara mereka akan saling berebut untuk mendapatkan giliran. Sedangkan bedhug tersebut hanya butuh dua orang pemukul saja untuk berbunyi dengan merdu.

Maka dari itu, dengan bijaksana gue jatah dan atur siapa saja yang mendapat giliran memukul bedhug. Jatah tersebut tentu bergantian di setiap malamnya. Apabila terdapat anak yang enggak mendapat giliran pada suatu malam, gue alihkan aja untuk memukul benda lain. Misalnya kentongan, itu sangat bermanfaat untuk menambah keserasian dan kemerduan bunyi bedhug. Atau benda lain yang bisa dipukul dan mengeluarkan suara. Misalnya meja, kursi, mimbar masjid, stand microphone, pintu masjid, kaca masjid.

Yak... segitu dulu inovasi nyeleneh dari gue. Semoga menjadi inspirasi buat temen-temen semua. Hehehe~

sumber gambar paduan suara adzan : jawaradinar.com

6 Komentar Penting

wah jebakan anak nakalnya ternyata bisa membuyarkan konsentrasi pada saat sholat..tapi kartu takjilnya oke juga tuch inovasinya...luarbiasa :-)

Reply

Imsyak kan biasanya 10 menit sebelum subuh. Jadi masih boleh sahur.

Reply

kayaknya anak mesjid nih,,,


serem banget jebakannya, pak dhe jatuh, hayoo tanggung jawab

Reply

bulan ramadhan itu memang penuh berkah dan juga seru banget

Reply

yang kelompok gugah saur, bangunin aku dong wkwkwkw

Reply

Hahaha yang soal jebakan ituuuuuu :))

Reply

Posting Komentar

Makasih ya, udah mau berkunjung ke blog gue. Gue harap kalian mau ngasih komentar tentang tulisan di atas. Terserah kalian, mau panjang atau lebar yang penting kasih komentar ya! :D

Dont :
1. Spam
2. Live Link
3. Sara + Saru

Semua gue baca dan gue bales, karena komentarmu adalah serpihan surgaku. :))